Disaat angin basah menghampiriku, tubuh ini mencoba menangkis dengan segenap daya.. Hujan siang ini menyertakan dingin, Menyeruak ruang dan menyapa setiap orang.
Diatas ranjang, kumenggigil terbaring 'sakit', sekalipun lamunan kosong masih tetap setia menemani.
Dipunggung jendela kamar ini, kupandangi hujan yang menangis tiada henti.
Kutermenung sejenak mengambil hikmah ilahi..,
Wahai 'Kesehatan',,,!
Naaslah dirimu..
Kau tak dianggap dan tak dijaga saat singgah kepada orang yg selalu sehat..
Wahai 'kesehatan',,,!
Namun masih beruntunglah dirimu,
kau begitu diharapkan kepulanganmu,
setelah perantauanjauhmu dari diri setiap orang yg telah merasakanmu.
Kini kumenyesal tiada guna,
baru saja kau merantau jauh tinggalkan aku..
Dulu ketika kau masih setia bersamaku,,
bahkan sekalipun ku tak memandangimu..
Hanyalah kuabaikan, kutelantarkan, dan kubiarkan dirimu tanpa guna..
Namun saat sang 'sakit' menyinggahiku,
dirimu begitu kuidam-idamkan..,
kau kupuja, kau kusesali, dan kunanti kepulanganmu padaku..
Wahai 'kesehatan',,,!
Maafkanlah majikanmu yang tak tau diri ini..
Aku mencintaimu, menyayangimu, juga merindukanmu...
Kumohon, kembalilah singgahi majikanmu yg bodoh ini.
Kumohon, berikanlah kesempatan sekali lagi..
Ku tak bisa berjalan, tersenyum, pula hidup tanpamu...
Menyatulah dengan jiwa, raga, dan fikiranku ini... Kubersumpah untuk menjaga, merawat, menyayangi, dan berkorban untukmu....
Jum'at, 17 Desember 2010
Rabu, 24 Agustus 2011
Permata Mimpiku
Mimpi, tidurku kau kuasai lagi
Kau temaniku dalam semu
Kau sajikan ular-ular yang sama,
Tiap sudutku kau penuhi denganya
Dinding pun bisu karnamu..
Takutku terbawa bangun,
Tanda apakah yang akan kau beri?
Fikiran ingin hentikan tanya,
Tapi hasrat ini tak rela.
Ditengah malam...
Tangan menengadah, gelap temani sujud, dan dingin tak henti menyambar.
Namun petunjuk tetap kumohon..
Meski hantu coba tuk merayu,
tetaplah hati tak jenuh berteguh...
Dan kini cahayapun tersenyum
dekati, hampiri, dan peluk aku.
Cerah berlari mengikuti
Dan akupun mulai mengerti.
Pertanda itu buat syukurku bersorak
Karna aku telah tau, ular-ular itulah rizkiku..
Karna aku telah tau, apalah permata mimpiku itu?
1 Desember 2010
Ahmad Syaiful Huda
Kau temaniku dalam semu
Kau sajikan ular-ular yang sama,
Tiap sudutku kau penuhi denganya
Dinding pun bisu karnamu..
Takutku terbawa bangun,
Tanda apakah yang akan kau beri?
Fikiran ingin hentikan tanya,
Tapi hasrat ini tak rela.
Ditengah malam...
Tangan menengadah, gelap temani sujud, dan dingin tak henti menyambar.
Namun petunjuk tetap kumohon..
Meski hantu coba tuk merayu,
tetaplah hati tak jenuh berteguh...
Dan kini cahayapun tersenyum
dekati, hampiri, dan peluk aku.
Cerah berlari mengikuti
Dan akupun mulai mengerti.
Pertanda itu buat syukurku bersorak
Karna aku telah tau, ular-ular itulah rizkiku..
Karna aku telah tau, apalah permata mimpiku itu?
1 Desember 2010
Ahmad Syaiful Huda
Susah, Keluarga, dan Keyakinanku
Belum lama hidup berjalan,
Batinku sangat tersiksa…
Karna profesi,
Sepertinya diriku telah diborgol
Oleh ruang dan waktu.
Rindu, betapa sakit ku mengasuhmu
Satu hari bak satu abad
Ingin sekali menapakkan kaki
Di depan pintu rumah..
Memeluk, dan mencium ibu
Mungkin setelah itu,,
Hati sejuk, fikiran jernih, semangatpun berkobar !
Profesi, kutakmau salahkanmu,,
Namun keyakinanku yang salah telah buatku lemah.
Semuanya, kapankah kita kan berkumpul tertawa?
Keluarga, tunggulah daku…
Jangan terburu tinggalkan labuh
Siapkanlah armada kita
Suatu saat aku kan tiba…
Bawa layar kebahagiaan.
Jangan cemas, nikmatilah untuk kalian.
Disana itu syurga, disini itu neraka.
Jikalau diriku telah terhempas,,
Kepakkanlah sayap kalian
Dan berilah pertolongan padaku.
Ahmaad syaiful huda 30 0ktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)